Rechercher dans ce blog

Monday, July 31, 2017

HASIL PERTANDINGAN SEPAKBOLA TGL 31 JULY - 1 AGUSTUS 2017

HASIL PERTANDINGAN SEPAKBOLA TGL 31 JULY - 1 AGUSTUS 2017

 HASIL PERTANDINGAN SEPAKBOLA TGL 31 JULY - 1 AGUSTUS 2017

AGEN BOLA ~ HASIL PERTANDINGAN SEPAKBOLA TGL 31 JULY - 1 AGUSTUS 2017

Germany - 2nd Bundesliga ;
FT Fortuna Duesseldorf 2 - 2 Eintracht Braunschweig

France - Ligue 2 ;
FT Auxerre 1 - 0 Lens

International - Friendlies : women ;
FT USA 4 - 3 Brazil

International - Club Friendlies ;
FT Hamburger SV 0 - 2 Antalyaspor
FT Akhisar Belediye Genclik Ve Spor 1 - 1 Galatasaray
FT Espinho 1 - 4 Boavista
FT FC Cologne 1 - 1 Bologna
FT Savona 0 - 8 Genoa

Denmark - Superliga ;
FT Silkeborg 2 - 1 AGF

Sweden - Allsvenskan ;
FT AFC Eskilstuna 1 - 2 Djurgaarden
FT Haecken 1 - 1 Oerebro

Sweden - Superettan ;
FT Oergryte FF 2 - 1 Norrby

Finland - Veikkausliiga ;
FT HJK 2 - 0 HIFK
FT JJK 1 - 1 RoPS
FT SJK 1 - 0 KuPS

Switzerland - Challenge League ;
FT Wohlen 1 - 4 Schaffhausen

Ireland - Airtricity League ;
FT Cork City 0 - 1 Bohemian FC

Iceland - Urvalsdeild ;
FT Breidablik 2 - 1 Fjolnir
FT Grindavik 1 - 2 Vikingur Reykjavik
FT KR Reykjavik 4 - 2 Vikingur Olafsvik
FT Valur 6 - 0 IA Akranes

Czech Republic - 2nd league ;
FT SK Dynamo Ceske Budejovice 1 - 1 Zizkov

Russia - Premier League ;
FT Spartak Moscow 2 - 0 FC Krasnodar

Poland - Ekstraklasa ;
FT Korona Kielce 4 - 2 Cracovia

Romania - Liga I ;
FT Astra Giurgiu 3 - 0 ACS Poli Timisoara

Bulgaria - First Professional League : 1. stage ;
FT Etar 0 - 1 Vereya

Belarus - Premier ;
FT FK Slutsk 0 - 1 Naftan Novopolotsk

Latvia - Virsliga ;
FT FK Jelgava 1 - 3 FK Liepaja

Brazil - Serie A ;
FT Vasco da Gama 0 - 1 Atletico PR

Colombia - Primera A : clausura ;
FT Independiente Medellin 1 - 0 Cortulua
FT Rionegro Aguilas 0 - 0 Envigado
FT La Equidad 1 - 1 Alianza Petrolera

Peru - Primera División : apertura ;
FT Comerciantes Unidos 1 - 2 Universidad San Martin

USA - United Soccer League ;
FT LA Galaxy II 1 - 1 OKC Energy FC
FT Real Monarchs SLC0 - 0 Tulsa Roughnecks FC

Indonesia - Liga 1 ;
FT Gresik United 1 - 3 Bali United Pusam


=======================================================================

Salam Olahraga :

Wali Kota Adam Rahayaan Lepas 103 JCH Kota Tual

Tual, Malukupost.com - Wali Kota Tual Adam Rahayaan melepas 103 orang Jamaah Calon Haji (JCH) asal kota tersebut, bertempat di lapang Lodar El Kota Tual. Siaran pers Humas Pemerintah Kota Tual yang diterima media ini di Ambon, Senin (31/7), menyatakan, Wali Kota Adam dalam sambutannya berharap agar para JCH tersebut diberikan kemampuan, kemudahan dan kesehatan lahir batin dalam melaksanakan rukun Islam yang kelima di Tanah Suci.
Tual, Malukupost.com - Wali Kota Tual Adam Rahayaan melepas 103 orang Jamaah Calon Haji (JCH) asal kota tersebut, bertempat di lapang Lodar El Kota Tual.

Siaran pers Humas Pemerintah Kota Tual yang diterima media ini di Ambon, Senin (31/7), menyatakan, Wali Kota Adam dalam sambutannya berharap agar para JCH tersebut diberikan kemampuan, kemudahan dan kesehatan lahir batin dalam melaksanakan rukun Islam yang kelima di Tanah Suci.

"Atas izin dan ridha Allah SWT, kiranya seluruh Jamaah Calon Haji Kota Tual dapat memenuhi panggilan sebagai tamu Allah, dapat melaksanakan secara baik dan benar serta sempurna sehingga dapat kembali ke tanah air dengan predikat Haji Mabrur", kata Adam.

Wali kota menyatakan, menyadari betapa pentingnya nilai-nilai kemabruran Haji dalam menyeimbangkan dimensi vertikal dan horizontal, maka Pemkot Tual berkomitmen untuk setiap tahun terus berusaha meningkatkan pelayanan JCH, baik dalam hal akomodasi, transportasi, kelengkapan, maupun pelaksanaan Manasik Haji.

Adam mengungkapkan, meskipun kuota Haji Tual tahun ini mengalami kenaikan 100 persen lebih, hal itu bukan merupakan masalah, bahkan Pemerintah Kota Tual berterima kasih kepada Kementerian Agama yang telah menambah sehingga memperpendek daftar tunggu calon yang telah mendaftar.

"Kami berharap di tahun-tahun yang akan datang, kuota Haji Kota Tual ditambah atau minimal dipertahankan, sehingga warga yang ingin mendaftar tidak terlalu lama menunggu," katanya.

Bantuan dan fasilitas yang diberikan Pemerintah Kota Tual kepada para JCH adalah biaya transportasi Tual-Makassar, stelan jas, dan kelengkapan sebanyak 103 paket.

Menurut Adam, perhatian dan kontribusi yang diberikan merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Tual dalam melaksanakan UU RI No. 13 Tahun 2008 tentang penyelenggaraan Ibadah Haji, dan pelaksanaan salah satu visi dan misi mewujudkan masyarakat yang religius.

"Pemerintah menyadari sungguh bahwa rakyat Tual adalah rakyat plural, di dalamnya terdapat berbagai macam suku, budaya, agama dan kepercayaan. Karena itu, perhatian tidak hanya pada golongan agama tertentu saja, tetapi semua akan diperlakukan sama sesuai kebutuhan dan porsinya masing-masing," katanya. (MP-6)

Let's block ads! (Why?)

Baca Kelanjutan Wali Kota Adam Rahayaan Lepas 103 JCH Kota Tual : http://ift.tt/2w0DlZt

Pembuang Bayi di Ponpes Denanyar Jombang Tinggalkan Uang dan Secarik Kertas

MusliModerat.net - Selembar surat, ditemukan bersama bayi perempuan diteras rumah pengasuh pondok pesantren Al Aziziyah Denanyar Jombang, Jumat (28/7/2017) menjelang maghrib. Surat itu ditinggalkan bersama tiga lembar uang ratusan ribu serta perlengkapan bayi.

Berikut isi surat yang mampu membuat iba pembacanya :
Assalamu’alaikum wr.wb
Anak saya yang bernama Shifa Bahiyyah Qurrota’ayun
Saya titipkan disini untuk dididik dan dibesarkan bapak/ibu.
Karena saya sebagai seorang ibu masih belum bisa merawatnya
Insya Allah suatu saat nanti, anak saya akan saya temui.
Saya percaya bapak/ibu dapat merawat putri kecil saya ini.
Tolong jangan diganti nama
Lahir 25 juli
Penemuan bayi mungil perempuan yang sengaja ditinggalkan ibu kandungnya didepan teras rumah pengasuh ponpes, sontak membuat geger para santri dan warga
Setelah dilakukan pengecekan, bayi mungil yang telah diberi nama Shifa inipun atas permintaan istri pengasuh Ponpes akan tetap diadopsi dan dirawat dilingkungan pondok Denanyar.
“Karena menurut Bu Nyai itu merupakan amanah dari Ibu sang bayi, maka bayi itu akan diadopsi dan dirawat, sampai kemudian hari Ibu sang bayi menemui putrinya,” terang AKP Mujiono Kapolsek Jombang, Jumat (28/7/2017).
Warga sekitar pondok sendiri, sejak penemuan bayi perempuan cantik dan berkulit bersih ini terus mendatangi ponpes Al Aziziyah tempat ia dibuang oleh ibu kandungnya. Sejumlah warga bahkan berniat mengadopsi bayi tersebut. Namun dengan bijak, pengasuh ponpes menepis keinginan sejumlah pasutri yang berniat adopsi.

 
“Sekali lagi ini amanah, kami akan tetap menjaga dan merawat bayi ini sampai ibu sang bayi datang untuk menemuinya nanti,” tiru Mujiono menyampaikan pesan pengasuh ponpes kepada warga yang berkeinginan mengadopsi Bayi Shifa.[bs]

Let's block ads! (Why?)

Baca Kelanjutan Pembuang Bayi di Ponpes Denanyar Jombang Tinggalkan Uang dan Secarik Kertas : http://ift.tt/2hiqxdN

Percasi Kabupaten Probolinggo Akan Buka Kelas Catur

Penulis : Agam
Selasa 01 Agustus 2017


Probolinggo,KraksaanOnline.com - Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Probolinggo membuka sekolah catur untuk anak usia SD. Acara peluncuran Sekolah Catur Bromo itu dilakukan di Kantor Kecamatan Gending, Senin (31/7/2017) sekitar pukul 15.00 WIB.

Ketua Percasi Kabupaten Probolinggo, H Andi Suryanto Wibowo menjelaskan, selain untuk mempersiapkan penjaringan atlet catur pada Porprov 2019 yang bakal di selenggarakan di Gresik, pembukaan sekolah catur untuk menumbuhkan bibit unggul.

"Kami sudah punya 2 master Internasional dan 3 master nasional, dengan sekolah ini kami akan coba kukuhkan terus atlet catur untuk menghasilkan master-master yang lain," jelas Andi.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Probolinggo ini menyebutkan, di Sekolah Catur Bromo terdapat 30 siswa se Kecamatan Gending. 30 siswa itu, mereka berasal dari lembaga sekolah dasar.

"Pembukaan sekolah catur itu memang diutamakan untuk atlet junior dengan harapan mampu dilatih secara berkelanjutan,"jelasnya.


Sebab Atlet Catur Kabupaten Probolinggo sendiri sudah menorehkan nama harum untuk tingkat Nasional.
"Atlet Catur kita sudah mendapat piala emas dan perunggu atas nama Agus dan Irfan,"ungkapnya.


Sehingga Percasi Kabupaten Probolinggo sendiri terus menggembleng serta mencari bibit baru dengan membuka sekolah Catur Bromo.

"Sekolah Catur Bromo, tempatnya di Kantor Kecamatan Gending dan di Buka setiap hari Rabu dan Jum'at pukul 14.00,"sebut Pria asal Kecamatan Gending ini.

Sementara itu Camat Gending Muhammad Ridwan menyebutkan, kalau keberadaan sekolah catur tersebut supaya bisa menyerap atlet di semua kalangan.


"Dengan mendapatkan piala Emas, kita harus mempertahankan piala itu serta menambah poin lagi untuk ke tingkat yang lebih tinggi,"ujarnya.

Sebab, Bupati Probolinggo sendiri memberikan suport luar biasa kepada para atlet.
"Ibu Bupati (Hj P Tantriana Sari) suprotnya begitu luar biasa untuk para atlet. Sehingga, para atlet harus benar-benar semangat dan terus berlatih,"pungkasnya.(gam)
 
Editor : Saifull



Rezeki Seret? Perbanyak Baca Amalan ini, Insyaallah jadi Lancar

MusliModerat.net - Aliran rezeki mengenal seret. Jalan apapun kalau sudah seret begini, maka diperlukan dorongan atau pelicin. Demi ketertiban dan kelancaran rezeki, lafal istighfar yang bisa dibaca sambil apa saja tanpa syarat sangatlah menolong. Artinya, tidak perlu repot mencari tips aneh-aneh apalagi datang ke siapa.


Demikian Syekh Abdul Wahhab As-Sya'roni dalam kitab Al-Minahus Saniyyah mengutip hadis Rasulullah SAW. Berikut kutipannya.


من لزم الاستغفار جعل الله له من كل ضيق مخرجا ومن كل هم فرجا ورزقه من حيث لايحتسب



Rasulullah SAW bersabda, "Siapa saja mengekalkan bacaan istighfar, niscaya Allah jadikan baginya sebuah jalan keluar di tengah kesempitan dan sebuah kelonggaran di tengah kesumpekan; dan Allah kucurkan rezeki kepadanya dari jalan yang ia tidak perhitungkan."


Memang istighfar bukan untuk kelancaran rezeki semata. Permohonan ampunan Allah itu sangat dianjurkan ketika manusia dalam keadaan tidak berdosa dan terlebih lagi kalau melakukan dosa. Mohon ampun usai berdosa, ini mestinya agar azab Allah tidak turun seperti bunyi firman-Nya.


وما كان الله معذبهم وهم يستغفرون



"Dan Allah SWT tidak akan mengazab mereka selagi mereka memohon ampunan-Nya."


Tetapi istighfar kalau tidak berdosa, lebih didasarkan pada tindakan yang dicontohkan Rasulullah. Kendati mendapat jaminan ampunan dosa masa lalu dan masa depan, Nabi Muhammad SAW tetap saja beristighfar paling kurang 70 kali sehari.


Namun demikian, istighfar sangat dituntut di pagi hari, petang, permulaan malam, dan malam tua. Tentunya tanpa harus menimbang rezeki seret atau tidak, terpeleset dalam dosa atau pun tidak.


Selain itu, istighfar perlu dibaca untuk meredam tinggi hati seseorang tiap kali selesai beramal saleh. Masih menurut Syekh Abdul Wahhab As-Sya'roni.


وقد أجمع العارفون على استحباب ختام جميع الأعمال بالاستغفار. وفى الحديث أنه كان صلى الله عليه وسلم يستغفر الله تعالى عقب كل مكتوبة ثلاث مرات. تشريعا لأمته وتنبيها لهم على نقص طاعتهم.



"Arifun menyepakati anjuran istighfar usai beramal saleh. Dalam riwayat, para sahabat bercerita bahwa Rasulullah SAW beristighfar 3 kali tiap selepas sembahyang wajib. Maksudnya, menetapkan syariat istighfar usai beramal bagi umatnya sekaligus mengingatkan akan ketidaksempurnaan ibadah mereka." Wallahu A'lam.

Let's block ads! (Why?)

Baca Kelanjutan Rezeki Seret? Perbanyak Baca Amalan ini, Insyaallah jadi Lancar : http://ift.tt/2tTnCKj

KH. Dimyati Hasbulloh Selopuro Blitar, Kiai yang Bashiroh dan Berilmu Laduni


KH. Dimyati Hasbulloh-Blitar

“Belajarlah seperti melukis di atas batu, jangan belajar seperti melukis diatas air”.


MusliModerat.net - KH. Dimyati atau dikenal dengan panggilan Mbah Dim adalah salah satu seorang ulama sekaligus wali yang berasal dari Kabupaten Blitar, tepatnya lahir di Dusun Baran, di Desa Ploso, Kecamatan Selopuro, Kabupten Blitar. Beliau lahir pada Jum’at Pahing 1921 M, dan beliau wafat pada tahun 1409 H.
Mbah Dim berasal dari keturunan yang ‘alim, dan zuhud. Sehingga sejak masa kecilnya sudah begitu mencerminkan sosok yang berbeda dari teman-temannya yang lain. Sejak kecil beliau dikenal sangat pendiam dan gemar menyendiri, dan cerita terkenal dengan keistiqomahan Dimyati muda adalah sejak masih sekolah (baca: SR) tidak pernah melepaskan kopyah serta rajin mengaji kepada ayahnya sendiri yakni Kiai Hasbulloh. Menurut cerita, Kiai Hasbulloh pernah membelah sebuah semangka dan berkata, “diantara anak-anakku ada salah satu yang kelak dapat membelah pintu langit”; yang dimaksud adalah Kiai Dimyati.
Ngansu Kaweruh di Lirboyo
Setelah menamatkan sekolah SR, Kiai Dimyati melanjutkan perjalanannya spiritual dan intelektualnya di Pondok Pesantren Lirboyo asuhan Mbah Kiai Abdul Karim yang terkenal ‘allamah (sangat ‘alim) dan tawadhu’. Kedatangan Dimyati muda waktu itu menjadi pelipur lara bagi Sang Kiai, karena putra kesayangannya bernama Gus Nawawi wafat di tanah suci Makkah.
Selama kurang lebih sebelas tahun Kiai Dimyati ngansu kaweruh di Lirboyo. Selama di pesantren, Kiai Dimyati terkenal rajin dan istiqomah dalam mengaji baik al-Qur’an maupun kitab kuning. Selain itu, ia dikenal istiqomah dalam menjalankan setiap amaliyah yang diberikan oleh gurunya, Mbah Kiai Abdul Karim. Menurut cerita, Kiai Dimyati begitu betah membaca wirid dibelakang Mbah Karim, serta selalu menunggu kiai menyelesaikan wiridnya. Setiap pagi beliau sudah siap menata gamparan dan menyalakan lampu, sambil menunggu Mbah Karim keluar dan mengantar ke masjid, sampai pulang ke ndalem lagi, sekitar pukul 08.00 pagi.
Kiai Mahurin Grompol Prambon Nganjuk menceritakan, Mbah Dim seringkali tiba-tiba datang memberi makanan dengan lauk-pauk lengkap yang tidak mungkin ada di waktu malam. Menurut cerita Mbah Imam Hanafi Kaniten Mojo, ketika Kiai Dimyati menerima kiriman dari orang tuanya, ia langsung memasak semua dan mengajak teman-temannya makan bersama. Setelah itu Kiai Dimyati tidak makan setelah beberapa hari, hanya mencukupkan dengan minum air.
Setelah dari Lirboyo, Kiai Dim menikah dengan seorang gadis dari Desa Batokan bernama Rufi’ah Mondo. Saat pernikahan pertamanya beliau dikaruniai seorang putra yang bernama Mahfud. Selang beberapa tahun kemudian, Kiai Dimyati menikah dengan Munawarah, dan dikaruniai empat putri yaitu Lailatul Badriyah, Nqatiqulloh, Umi Mukarromah, dan Barroh. Ketiga putri Kiai Dimyati dengan Ibu Nyai Munawwarah meninggal lebih dulu, kecuali Umi Mukarromah. Tidak ada keterangan lebih lengkap mengenai alasan Kiai Dimyati menikah untuk kedua kalinya setalah Ibu Nyai Rufi’ah Mondo.
Mengabdi di Masyarakat
Setelah setelah sekian lama ngansu kaweruh menimba ilmu di Lirboyo, Kiai Dimyati kembali ke kampong halamannya di Blitar dan mengabdi kepada ayahnya di pondok yang diasuhnya. Mengawali pengabdiannya dengan mengajar sekolah diniyah dan mengajar mengaji al-Qur’an serta beberapa kitab. Diceritakan bahwa ketika Kiai Dimyati mengajar santri-santrinya, sangat berbeda dengan para ustadz yang lain dalam cara pengajarannya. Kiai Dimyati mengajar tidak dengan metode memaknai kitab kemudian diterangkan, melainkan dengan menggunakan metode ruhaniyah atau metafisik, yaitu dengan isyarat-isyarat.
Seorang santri bernama Nafisah menceritakan setiap akan ganti pasal (bab) dalam pelajaran maka berbeda ujiannya. Nafisah saat itu disuruh pergi sendiri di sebuah kolam yang sepi dan sunyi. Di sana Nafisah diminta untuk merenungkan (baca: kholwat/uzlah) akan hidupnya selama ini. Apabila sudah dinyatakan lulus dari ujian tersebut, maka yang bersangkutan dianggap memahami pasal (bab) yang diajarkan, kemudian dapat melanjutkan ke pasal-pasal berikutnya.
Hingga saat ini, banyak satri-santri Kiai Dimyati tetap menjalankan amaliyah yang diajarkan. Walaupun Mbah Dim telah wafat, para santri merasa tetap disowani ke rumahnya masing-masing seakan-akan ia masih hidup.
Kisah lain mengenai karomahnya, pernah suatu ketika Kiai Dim menunjukkan perbedaan antara perbuatan syirik atau bukan, dengan mengajak para santri ke sebuah makam auliya’ dan menunjukkan mana yang dikatakan perbuatan syirik dan perbuatan bukan syirik.  Namun hal itu bisa terjadi apabila santri dapat menjalankan amaliyah ijazah yang diberikan dengan khusyuk.
Pernah suatu ketika saat keponakan Kiai Dim yang bernama Kiai Ayub Ismail akan meninggal, Kiai Dim mendatangi Ibu Nafisah untuk memasakkan ingkung kemudian meminta Ibu Nafisah memberikan ke dalemnya Kiai Ayub. Ibu Nafisah berpikir, ada isyarat apa dengan ini? Hal itu pun terjawab pada malam harinya ketika Kiai Ayub meninggal dunia. Makna dari ayam ingkung itu seperti keadaan orang yang meninggal.
Cerita lain ketika Kiai Dimyati menemukan sebuah bom di Bandar lalu dibawalah ke kamar pondok, tiba-tiba bom tersebut meledak dan kamarnya hancur berantakan, tetapi Kiai Dimyati selamat dari ledakan.
Sepulang dari pondok, beliau membawa buah semangka. Ayahnya Kyai Hasbulloan kepada  heran, kenapa pulang dari pondok dengan membawa semangka? dan Kiai Dim kemudian memberikan pertanyaan kepada ayahnya, “Abah! coba tebak apakah semangka ini ada isinya atau tidak?” Kiai Hasbulloh pun tak dapat menebak dan menjawab pertanyaan dari putranya tersebut. Kemudian Kiai Hasbulloh membelah semangka tersebut, ternyata tidak ada isinya. Kiai Hasbulloh kemudian berkata bahwa dari sekian banyak anakku yang dapat membuka pintunya langit hanyalah Dimyati.
Kehidupan Sehari-Hari
Semasa Mbah Dim masih hidup dan bertempat tinggal di Desa Baran, beliau sangatlah diseganai oleh masyarakat, karena hidup beliau telah di dramabaktikan kepada semua lapisan masyarakat tanpa memandang bulu. Hebatnya lagi ada wasilah kepada Mbah Dim akan mulai berhasil, cepat atau lambat. Setiap harinya tidak dari seratus orang yang datang dan sowan untuk meminta barokah dan ijazah.
Beliau sangat condong dengan ilmu agama. Beliau sangat senang sekali kalau ada anak mondok, kemudian beliau berbaur dengan santri-santri yang ngaji weton. Dan beliau mendalami ilmu agama sejak kecil kepada ayahnya KH. Hasbulloh, kemudian tak hanya samapai disitu, beliau melanjutkan nyantri di Lirboyo, dan perjuangan dalam mendalami ilmu agama tetep beliau istiqomahkan walaupun sudah lulus dari pondok pesantren.
Beliau begitu Zuhud, beliau begitu meninggalkan kemewahan dunia. hari-hari beliau hanya digunakan untuk mengabdikan diri pada Allah SWT. Dimanapun, kapanpun, dengan siapapun hati dan pikirannya hanya tertaut pada Allah SWT, karena bagi beliau kahidupan dunia adalah kehidupan yang fana. Sifat zuhud beliau mulai terlihat saat beliau sekolah SR. padahal kalau beliau ingin hidup menjadi orang yang kaya, beliau bisa menjadi orang terkaya.
Mbah Dim, gemar juga menanam pohon sendiri, seperti menanan pohon jambu dan pohon sirkaya. Karena bagi beliau selain itu merupakan sebuah hobi menanam pohon buah-buahan sangat bermanfaat, dan dapat menahan diri dari hal-hal yang menimbulkan mudharat, hal-hal yang dapat menyeretnya menuju hal-hal yang haram dan syubhat. Sebab, siapa yang takut kepada hal yang syubhat, maka dia telah membebaskan kehormatan dan agamanya, dan barang siapa yang berada dalam syubhat berarti dia berada dalam hal yang haram, seperti penggembala di sekitar tanaman yang dijaga, yang begitu cepat ia masuk kedalamnya. Begitulah wujud sifat wira’i yang dimiliki Mbah Dim.
Beliau juga sangat ikhlas, sabar dan tawadhu’, serta santun. Setiap beliau sowan ke Lirboyo, ketika diberi jamuan makan, maka beliau sendiri yang membersihkan meja dan kemudian diletakkan kebalakang dan dicuci sendiri. beliau tidak senang apabila ada orang yang memuji dan beliaupun sukar untuk dikhidmati.
Pada suatu hari ada orang yang bertanya tentang bagaimana cara memperingatai maulid Nabi Muhammad SAW, apakah dengan pengajian, atau membaca al-Qur’an, atau membaca sholawat barzanji atau diba’, dan jawaban beliau begitu singkat: “Lalah yang Lillahi Ta’ala”
Beliau senang sekali mendokan orang yang sudah meninggal dan menziarahi kubur. Terutama beliau senang menziarahi makam auliya’ dan guru-guru beliau, dan yang paling penting bagi Mbah Dim adalah menziarohi makam kedua orang tuanya.  Apabila setelah ziaroh ke makam kedua orang tuanya, lalu beliau menghampiri makam Mbah Ngiso, salah seorang guru Mbah Dim saat masih sekolah SR.  Itulah bukti sifat keta’dhiman Mbah Dim.
Mbah Dim memiliki sifat bashiroh dan ilmu laduni. Beliau mengetahui suatu hal sebelum dijelaskan dan ditanya. Dan jawaban-jawaban beliau itu, bukan menjawab dengan lisan lansung, namun banyak menggunakan isyarat-isyarat sebelum kejadian. Seperti membakar daun pakis aji, pada waktu akan wafatnya Gus Kaffi dari Ponpes Sanan Gondang. Kemudian saat wafatnya Gus Ngatiq, Mbah Dim membuat kuburan kecil. Dan belum lama ini saat wafatnya KH. Ayub Ismail, beliau mendatangi Bu Nyai Nafisah untuk memasakkan ayam ingkung dan sdiantarkan ke ndalemnya KH. Ayub Ismail. Lalu saat ibunya Ny. Hj. Maryam ketika towaf, Ny. Hj. Maryam jatuh, tiba-tiba Mbah Dim menangkap ibunya. Dan ibunya pun heran.
“lho le, kog ono ndek kene?” (Loh Nak, kok ada di sini?)
Padahal saat itu Mbah Dim tidak ikut melaksanakaan ibadah haji bersama ibunya. Tirakat beliau pun, selalu beliau istiqomahkan. Mbah Dim sangat jarang dan sedikit makan dan juga jarang tidur. Namun Mbah Dim tidak banyak menjalankan puasa sunnah.Mbah Dim juga dikenal dengan sosok yang dermawan, gemar bersedekah. Beliau juga tak pernah membuat repot orang lain apalagi sampai menyakiti orang lain. Karena, beliau begitu menghorrmati orang lain.
Mbah Dim sangatlah teliti dan begitu memeperhatikan denagn kebersihan sesuai dengan hukum agama. Beliau selalu rutin mencuci kopyahnya, mencuci sajadah, dan mencuci dipan (ranjang tempat tidur). Beliau tidak bisa melihat ada barang beliau yang kotor sedikitpun, apalagi barang tersebut, barang yang biasa beliau gunakan untuk ibadah.
Bacaan wirid yang selalu beliau amalkan diantaranya adalah mengistiqomahkan memebaca al-Qur’an, membaca kitab Dalail dan membaca Hauqolah (laa haula wa la quwata ila billahil ‘aliyil ‘adzim). Oleh karenanya, Kiai Dimyati selama hidupnya dikenal sebagai kiai yang memiliki karomah yang tinggi. Tak hanya itu, Kiai Dimdikenal sebagai  kiai yang sangat dermawan dan pandai merahasiakan sedekah. Serta tidak pernah membuat repot, apalagi menyakiti orang. Dengan kelebihan-kelebihan tersebut, KH Dimyati mendapatkan sebutan sebagai Kiai Pendito. Tak hanya itu, beliau juga gigih dan berani menegakkan kebenaran.
Kiai Dim wafat pada tahun 1989 dalam usia 68 tahun. Sebelum wafat, Mbah Dim berwasiat kepada salah satu putrinya yang masih hidup yaitu Umi Mukarromah, bahwa kalau aku mati, jangan diratapi dan jangan sampai kuburanku dijadikan sandaran.
Sumber : Tasamuh.id

Let's block ads! (Why?)

Baca Kelanjutan KH. Dimyati Hasbulloh Selopuro Blitar, Kiai yang Bashiroh dan Berilmu Laduni : http://ift.tt/2tZkv81

Situs BKN Baru Bisa Diakses pada 1 Agustus Pukul 10:00 WIB

Senin 01 Juli 2017



Jakarta, Pendaftaran CPNS Kemenkumham melalui jalur online https://sscn.bkn.go.id. baru bisa diakses pada Senin (1/8/2017) pukul 10:00 WIB. Sebelum pendaftaran online resmi dibuka situs tidak bisa diakses oleh publik.

Humas Badan Kepegawaian Negara, Diah Eka Palupi pada Senin pagi ini mengkonfirmasi bahwa situs BKN dapat diakses ketika pendaftaran online CPNS dimulai. "Mulai jam 10," kata Diah.

Diah mengaku pihaknya telah melakukan uji coba sebelum situs benar-benar diakses untuk penftaran CPNS.

"Kemarin memang ada sedikit kendala pada data Nomor Induk Kepegawaian dan nomor Kartu Keluarga," ujar Diah.

Kendala itu, kata Diah, antara lain soal data NIK dan KK yang harus mendapatkan konfirmasi dari Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil yang memberikan batas satu hari untuk satu juta konfirmasi.

Namun Diah memastikan pada saat pendaftaran nanti situs sscn.bkn.go.id. bisa diakses.

Seperti diketahui Pemerintah membuka pendaftaran 19.210 calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk mengisi jabatan di MA dan Kemenkumham. Pendaftaran dibuka mulai Selasa 1 Agustus sampai 31 Agustus 2017, dan 26 Agustus 2017 khusus pelamar D3.

Dalam siaran pers Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) mengingatkan bahwa pendaftaran dilakukan secara online melalui situs https://sscn.bkn.go.id.

"Harus diusahakan, apapun yang bersangkutan dengan identitas diri dapat diinput dengan data yang sama, seperti nama, tempat tanggal lahir maupun jenis kelamin sesuai dengan akte kelahiran. Apabila terdapat ketidaksesuaian atas data-data kependudukan tersebut, di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat," demikian bunyi siaran pers Biro Humas Kementerian PANRB seperti dilansir setkab.go.id, Senin kemarin. 

sumber : tirto

Search

Featured Post

5 Negara yang Terkenal akan Street Food Nikmat Mereka - IDN Times

Berwisata ke luar negeri tak lengkap rasanya jika tidak mencoba berbagai hal yang khas dari negara tersebut. Mulai dari tempat wisata , b...

Postingan Populer